Semua hewan yang tidak memiliki
tulang belakang dikelompokkan dalam Invertebrata (avertebrata). Hewan
invertebrata ada yang tersusun oleh satu sel (uniselluler) dimana seluruh
aktivitas kehidupannya dilakukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan
invertebrata yang tersusun oleh banyak sel (multiselluler/metazoa) sel selnya
mengalami deferensisasi dan spesialisasi membentuk jaringan dan organ tubuh dan
aktivitasnya semakin komplek.
Perkembangan embrio hewan metazoa
melalui tahap tahap tertentu. Secara embriologi, hewan ada yang memiliki dua
lapisan kulit, hewan demikian dinamakan diploblastik. Untuk hewan yang memiliki
tiga lapisan kulit dalam tubuhnya dinamakan triploblastik. Struktur tubuh, dan
sistem sistem yang ada pada hewan invertebrata berbeda beda, makin tinggi
tingkatannya semakin komplek struktur dan sistem tubuhnya.
Filum Porifera
Porifera berasal dari kata porus =
lubang-lubang kecil, dan fera = mengandung. Jadi, porifera berarti hewan yang
memiliki pori-pori. Dalam kehidupan, porifera belum memiliki nilai ekonomi yang
tinggi. Pada beberapa negara maju, misalnya Amerika, porifera dimanfaatkan
untuk memproduksi spons. Spons tersebut dimanfaatkan sebagai
alat penggosok tubuh pada waktu mandi dan alat untuk membersihkan kaca.
Ciri-ciri
umum Porifera:
- Porifera merupakan hewan metazoa yang paling sederhana.
- Tubuh terdiri atas banyak sel.
- Bentuk tubuhnya seperti tabung atau jambangan yang berpori dan di dalamnya terdapat rongga tubuh.
- Biasanya hidup di laut, mulai dari daerah perairan pantai yang dangkal hingga daerah berkedalaman 5,5km.
- Tubuhnya melekat pada suatu dasar dan tidak dapat berpindah tempat (sesil).
- Struktur tubuhnya memiliki dua lapisan sel (dipliblastik), yaitu lapisan luar dan lapisan dalam.
- Makanan porifera berupa plankton atau bahan organik yang masuk bersama aliran air melewati pori.
- Tidak memiliki sistem saluran pencernaan makanan. Sistem pencernaannya berlangsung secara intraseluler.
Porifera
memiliki dua lapisan jaringan, yaitu:
a. Lapisan
luar, tersusun atas sel sel yang berbentuk pipih, berfungsi sebagai epidermis.
Sel ini dinamakan pinakosit.
b. Lapisan
dalam, tersusun atas sel sel berbentuk corong dan memiliki flagel. Sel ini
dinamakan koanosit.
Klasifikasi Porifera
Porifera
terdiri atas 4 Kelas, yaitu :
1. Calcarea
Sel koanosit besar, kerangka tubuh dari
CaCO3 , hidup dilaut dangkal.
Contoh : Scypha
Contoh : Scypha
2. Hexactinellida
Tubuh enam cabang atau kurang, rangka dari silikat. Contoh :
Pheronema
3. Demospongiae
Hidup diair tawar, perairan yang
terkena cahaya matahari, kerangka tubuh dari silikat,
spongin, atau campuran keduanya. Contoh : Spongia
4. Selenospongiae
Memiliki spikula yang tersusun atas silikat.
Manfaat
Porifera
Porifera menguntungkan manusia
karena sponnya dapat digunakan untuk alat gosok tubuh. Tubuh Porifera yang mati
dapat digunakan sebagai hiasan.
Filum
Coelenterata
Coelenterata berasal dari kata Yunani,
koilos = rongga, dan enteron = usus. Jadi, coelenterata adalah hewan yang
berrongga. Kebanyakan hewan coelenterata menguntungkan manusia, misalnya
ubur-ubur. Aurelia dapat dimanfaatkan sebagai tepung ubur-ubur dan untuk bahan
kosmetik. Beberapa jenis hewan tertentu, kerangka
tubuhnya dapat dimanfaatkan untuk hiasan, misalnya karang merah. Beberapa kerangka tubuh coelenterata
dapat membentuk karang pantai yang dapat melindungi pantai dari ombak sehingga
dapat mencegah terjadinya erosi di pantai.
Ciri-ciri
umum Coelenterata:
- Kebanyakan hidup di laut, hanya bbrp jenis yang hidup di air tawar.
- Termasuk hewan metazoa yang bersifat diploblastik.
- Bentuk tubuhnya simetri radial.
- Tidak memiliki anus, shg sisa makanan dikeluarkan dari mulut dengan cara dimuntahkan.
- Reproduksi berlangsung secara seksual dan aseksual.
COELENTERATA
Colenterata merupakan hewan yang memiliki
rongga. Termasuk hewan diploblastik, tubuh simetri radial. Lapisan selnya
terdiri dari ektoderm dan endoderm. Antara ekstoderm dan endoderm terdapat
mesoglea. Pada tubuh bagian atas terdapat mulut, yang dikelilingi tentakel.
Pada permukaan tentakel terdapat knidoblas (sel penyengat / nematosis). Hidup
di air tawar maupun air laut.Tubuhnya dapat melekat pada dasar perairan.
Coelenterata memiliki dua bentuk,
yaitu :
a) Polip, hidup soliter (menyendiri)
tetapi ada yang berkoloni, tidak dapat bergerak bebas,melekat pada dasar
perairan.
b) Medusa, dapat menghasilkan dua macam gamet yaitu gamet
jantan dan betina. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas
didalam air. Bentuk seperti payung dengan tentakel yang melambai lambai.
Klasifikasi Coelenterata.
Coelenterata
dibedakan menjadi 3 Kelas, yaitu :
1. Hydrozoa
Hidup soliter berbentuk polip, sedang yang berkoloni
berbentuk polip dan medusa.
Contoh
: Hydra, Obelia, Physalia.
2. Scyphozoa
Hidup
menempel pada dasar perairan, memiliki benuk medusa. Medusa berukuran besar,
banyak terdapat ditepi pantai sebagai ubur ubur. Tentakelnya mengandung
nematosis yang dapat mengeluarkan racun.
Contoh : Aurelia aurita (Ubur-ubur).
3. Anthozoa
Sering dinamakan binatang bunga atau
anemon laut, tubuh berbentuk polip, hidup diair laut yang jernih. Dapat
menghasilkan kerangka yang keras dari kapur. Kerangka inilah yang merupakan
batu / terumbu karang. Ada juga yang kerangka luarnya dari zat tanduk.
Contoh : Anemon, Euplexaura
antipathes (Akar bahar).
Manfaat Coelenterata:
Ubur ubur dapat
dimakan, anemon laut, mawar laut dapat digunakan sebagai hiasan dalam akuarium.
Dilaut hewan ini membentuk terumbu karang, sebagai tempat berlindung ikan dan
tempat wisata.
Filum Platyhelmintes
Platyhelmintes merupakan kelompok cacing yang tubuhnya berbentuk pipih (platy = pipih, dan helmintes = cacing). Kelompok cacing pipih ini memiliki struktur tubuh paling sederhana dibandingkan susunan tubuh cacing pada filum lainnya.
Ciri-ciri Platyhelmintes
Platyhelmintes merupakan kelompok cacing yang tubuhnya berbentuk pipih (platy = pipih, dan helmintes = cacing). Kelompok cacing pipih ini memiliki struktur tubuh paling sederhana dibandingkan susunan tubuh cacing pada filum lainnya.
Ciri-ciri Platyhelmintes
- Memiliki struktur tubuh pipih, ada yang berbentuk seperti pipa, lunak, dan tak bersegmen.
- Susunan tubuhnya simetri bilateral.
- Merupakan hewan triploblastik aselomata.
- Tidak memiliki sistem peredaran darah dan respirasi.
- Alat pencernaannya belum sempurna, umumnya hanya mempunyai mulut dan tidak memiliki anus.
A. PLATYHELMINTHES ( Cacing pipih)
Cacing merupakan hewan yang
tubuhnya lunak, tidak bercangkang, tubuh simetri bilateral. Hidup dialam bebas,
parasit pada organisme. Cacing memiliki tiga lapisan kulit, yaitu :
1. Ektoderm,
lapisan luar berkembang menjadi kulit.
2. Mesoderm,
lapisan tengah berkembang menjadi otot, dan beberapa organ tubuh.
3. Endoderm,
lapisan dalam berkembang menjadi usus.
Tubuh cacing pipih dorsoventral
(pipih kearah punggung dan perut), tidak berbuku buku. Tempat hidup disungai, di danau, dilaut
, parasit pada tubuh organisme lain.
B. Klasifikasi
Platyhelminthes.
Platyhelminthes,
terdiri dari 3 kelas, yaitu :
1.
Turbellaria
(Cacing berbulu getar)
Turbellaria
merupakan cacing pipih, dapat bergerak dengan bulu getar. Hidup bebas diair
tawar yang jernih dan belum tercemar. Contoh
: Planaria
2. Trematoda (Cacing Isap)
Cacing pipih
yang hidup parasit pada hewan dan manusia.Memiliki alat penghisap yang
dilengkapi dengan kait untuk melekatkan diri pada tubuh inang. Contoh: Fasciola. Sering disebut cacing hati, Fasciola hepatica hidup dihati
domba dan Fasciola gigantica hidup di hati sapi.
ü Chlonorchis : Cacing hati yang hidup pada manusia.
Banyak terdapat didaerah Cina, Jepang, Vietnam. Cacing dewasa hidup disaluran
empedu dan keluar bersama feses. Jika telur termakan siput akan berkembang
menjadi sporokista, kemudian menjadi redia. Redia menghasilkan serkaria dan
keluar dari tubuh siput, berenang mencari inang ikan air tawar. Serkaria hidup
pada otot ikan berupa metaserkaria. Jika ikan yang mengandung metaserkaria
dimakan manusia maka metaserkaria akan masuk saluran pencernaan makanan dan
akhirnya ke empedu.
ü Schistosoma: Disebut cacing darah, hidup pada
vena. Inang berupa manusia,babi, biri-biri, sapi dan binatang mengerat. Di
Indonesia cacing ini ditemukan di Sulawesi.
ü Cestoda (Cacing Pita) : Cestoda
memiliki tubuh pipih, beruas-ruas, kulit dilapisi kitin, parasit pada hewan dan
manusia. Ruas-ruas (segmen) tubuh disebut proglotid, setiap proglotid mampu
melakukan aktivitas sendiri. Segmen pertama untuk menempel pada usus inang
dinamakan skoleks (kepala). Semakin kebelakang proglotid semakin besar dan
dewasa.
Contoh : Taenia saginata sebagai inang sementara sapi, Taenia solium sebagai inang sementara babi.
Contoh : Taenia saginata sebagai inang sementara sapi, Taenia solium sebagai inang sementara babi.
Manfaat
Platyhelminthes
Cacing pipih kebanyakan merugikan
bagi manusia. Karena umumnya bersifat parasit.
Filum
Nemathelmintes (Nematoda)
Nemathelmintes berasal dari bahasa Yunani, Nematos = benang, nelmintes =
cacing. Jadi, nemathelmintes berarti cacing benang. Tubuh nemathelmintes
bergerak bulat panjang dan tidak bersegmen sehingga cacing tersebut dikenal
juga dengan sebutan cacing gilig. Nemathelmintes ada yang hidup secara bebas
dan ada juga yang hidup sbg parasit.
Ciri-ciri Nemathelmintes
Ciri-ciri Nemathelmintes
- Merupakan hewan triploblastik yang memiliki selom semu sehingga anggotanya dikenal sebagai hewan triploblastik pseudoselomata.
- Memiliki bentuk tubuh simetri bilateral.
- Dinding tubuhnya terdiri atas tiga lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
- Semua anggotanya bereproduksi secara seksual.
- Cacing betina pada umumnya berukuran lebih besar dibandingkan cacing jantan.
- Tubuhnya tertutup dengan lapisan kutikula.
NEMATHELMINTHES
Tubuh tersusun 3 lapisan
(triploblastik),tidak beruas, gilig, pada bagian depan terdapat mulut, ukuran
tubuh kecil. Kulit halus dan licin dan dilapisi kutikula. Hidup dialam bebas,
air, tanah, parasit pada manusia dan hewan.
Contoh :
1. Ascaris
lumbricoides ( Cacing Usus
). : Hidup dalam usus manusia, kedua ujung meruncing, berwarna
merah muda. Cacing jantan kecil dan ekornya bengkok, yang betina besar dan ekor
lurus.
2. Ancylostoma
duodenale (Cacing Tambang ) : Cacing ini hidup diusus manusia, menghisap darah penderita,
dapat menginfeksi melalui kulit kaki. Ancylostoma duodenale hidup di Afrika,
sedangkan Necator americanus hidup di Amerika.
3. Enterobius
vermicularis ( Cacing Kremi
) : Disebut juga Oxyuris vermicularis, menyebabkan rasa gatal
pada dubur. Penularan mudah sekali dan tidak dperlukan inang perantara.
4. Trichinella spiralis: Hidup pada usus manusia. Pada usus manusia cacing dewasa
dapat menghasilkan larwa yang dapat menembus saluran peredaran darah.
Wuchereria bancrofti (Cacing Filaria
)
Disebut juga cacing Filaria, bentuk
gilig memanjang seperti benang. Hidup dalam pembuluh getah bening di kaki,
sehingga cacing dapat menyumbat pembuluh limfe. Akibatnya kaki menjadi bengkak
dan membesar seperti kaki gajah. Penyakit karena cacing Filaria dinamakan
Elephantiasis.
Filum Annelida
Kata Annelida berasal dari bahasa Yunani, yaitu annulus yang berarti gelang atau segmen. Jadi, annelida dapat diartikan sebagai cacing yang tubuhnya bersegmen-segmen menyerupai cincin/gelang.
Kata Annelida berasal dari bahasa Yunani, yaitu annulus yang berarti gelang atau segmen. Jadi, annelida dapat diartikan sebagai cacing yang tubuhnya bersegmen-segmen menyerupai cincin/gelang.
Ciri-ciri
Annelida
- Merupakan hewan triploblastik selomata.
- Pernafasan biasa dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya.
- Ada yang bersifat hermafrodit dan ada yang monocious.
- Memiliki alat gerak berupa rambut atau seta yang terdapat di permukaan kulit.
- Kebanyakan ditemukan di daerah tanah gembur dan tumpukan sampah tumbuh-tumbuhan.
ANNELIDA
Bentuk tubuh gilig, memanjang,
tersusun atas ruas atau segmen. Segmen segmen yang sama dinamakan metameri.
Tubuh tersusun triploblastik. Annelida terdiri 3 kelas, yaitu :
Polychaeta: Cacing ini banyak memiliki rambut, beruas-ruas, tiap ruas
memiliki parapodia dan seta, memiliki sadel (klitelum),hidup dilaut. Contoh :
Eunice viridis (Cacing Palolo), Lysidice oele (Cacing Wawo)
Oligochaeta: Anggota cacing ini memiliki sedikit seta, sering disebut
cacing berambut sedikit. Pada bagian depan terdapat ruas yang warnanya berbeda
dinamakan klitelum yang tersusun tiga ruas, didalamnya terdapat kelenjar yang
berguna membungkus telur.
Contoh : Pheretima sp. , Lumbricus sp. (keduanya merupakan cacing tanah)
Contoh : Pheretima sp. , Lumbricus sp. (keduanya merupakan cacing tanah)
Hirudinea: Merupakan cacing penghisap darah atau golongan lintah, tubuh
beruas-ruas, pipih, berwarna hitam kecoklatan,hidup diair dan didarat.
Contoh : Hirudo medicinalis (hidup diair), Haemadipsa javanica (Pacet, hidup didarat).
Contoh : Hirudo medicinalis (hidup diair), Haemadipsa javanica (Pacet, hidup didarat).
Filum
Mollusca
Mollusca berasal dari bahasa Latin, yaitu mollus berarti lunak. Jadi, mollusca berarti hewan yang bertubuh lunak. Mollusca dapat digunakan sebagai bahan makanan dan sumber protein hewan, misalnya kerang, cumi-cumi, beberapa siput air, dan bekicot. Mollusca juga dapat digunakan sebagai penghasil mutiara, yaitu tiram mutiara.
Ciri-ciri Mollusca
- Merupakan hewan triploblastik.
- Tubuhnya lunak, simetris bilateral, dan tidak beruas-ruas.
- Mollusca memiliki mantel yang dapat membuat cangkok dari bahan kalsium karbonat dan kelenjar lendir.
- Bersifat kosmopolit, artinya dapat dijumpai di berbagai tempat, yaitu darat, air tawar, laut, daerah panas sampai daerah dingin.
- Mollusca sudah memiliki sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, sistem saraf, sistem reproduksi, dan sistem otot.
MOLLUSCA
Tubuh lunak, tidak
beruas-ruas, simetri bilateral, memiliki lapisan mantel yang berfungsi
memproduksi zat kapur sebagai bahan cangkang, memiliki cangkang atau tidak.
Cangkang terbuat dari zat kapur, terletak diluar tubuh, ada juga yang didalam
tubuh.
Molusca terdiri 5 kelas, yaitu :
Amphieura: Tubuh
pipih, tidak ditemukan bagian kepala , memiliki punggung yang dilindungi
cangkang.
Contoh :
Chiton, Chaetopleura apiculata, Neomenia carimata
Gastropoda: Bergerak
menggunakan perut,tubuh memiliki cangkang yang melintir, kepala dibagian depan,
pada bagian kepala terdapat tentakel panjang yang terdapat bintik mata dan
tentakel pendek berfungsi sebagai indera pembau dan peraba. Hidup di darat, air tawar, air laut. Bersifat hermafrodit,
perkawinan silang. Pembuahan terjadi ditubuh betina.
Contoh : Achatina fulica
(bekicot), Lymnea (siput sawah), Melania (sumpil)
Scaphopoda: Memiliki
cangkok berbentuk silinder, kedua ujung terbuka, kaki muncul dari ujung
cangkang yang berfungsi untuk menggali pasir. Hidup dilaut, terpendam dipasir
atau lumpur. Contoh : Dentalium vulgare
Bivalvia: Disebut
juga Pelecypoda, hewan ini memiliki dua cangkang yang setangkup. Kedua cangkang
diikat oleh jaringan ikat yang berfungsi sebagai engsel. Cangkang tersusun atas
:
1. Periostrakum
: lapisan terluar, tipis, terdiri zat tanduk
2. Prismatik :
lapisan tengah, tersusun CaCo3 ¬
3. Nakreas :
lapisan terdalam, mengkilap, merupakan lapisan mutiara.
Contoh :
1. Ostrea ( tiram ), Panope generosa ( kerang raksasa ), Meleagrina ( kerang mutiara), Corbicula
( remis ), Anodonta ( kijing ), Cephalopoda
Cephalopoda menggunakan kepala
sebagai alat gerak, memiliki tentakel pada kepala, terdapat sepasang mata yang
tidak berkelopak. Didekat kepala terdapat corong (sifon) yang dapat
menyemprotkan air. Pada bagian perut terdapat kantung tinta.
Cephalophoda
terdiri dari 2 ordo, yaitu :
1.
Tetrabranchiata, contoh : Nautilus
2.
Dibranchiata, contoh : Loligo (cumi-cumi), Sepia (ikan sotong), Octopus
(gurita)
C. Manfaat Mollusca
1. Menghasilkan daging sebagai
sumber protein.
2. Penghasil mutiara
3. Untuk hiasan
Filum Echinodermata
Echinodermata berasal dari kata Yunani, echinos = duri, dan dermal = kulit. Jadi, echinodermata berarti hewan yang memiliki kulit berduri. Pada umumnya, echinodermata tidak memiliki nilai ekonomi. Namun, beberapa jenis di antaranya dapat dimanfaatkan sbg makanan, misalnya kerupuk teripang. Selain itu, beberapa kerangka tubuh jenis echinodermata lainnya dapat dimanfaatkan sebagai hiasan. Misalnya, kerangka bintang laut.
Ciri-ciri Echinodermata
- Echinodermata termasuk hewan triploblastik selomata.
- Semua anggota hewan ini hidup di laut.
- Bentuk tubuh dewasanya adalah simetris radial, sedangkan larvanya berupa simetris bilateral.
- Kulitnya terdiri atas lempeng-lempeng kapur dengan duri-duri kecil pada permukaannya.
- Memiliki kaki buluh yang disebut kaki ambulakral.
ECHINODERMATA
Hewan yang memiliki kulit
berduri, kulit keras terbuat dari zat kapur maupun kitin, tubuh simetri radial,
memiliki lima lengan, mulut dibawah dan anus diatas, hidup dilaut dengan air
yang jernih, dan tidak bergelombang.
Klasifikasi
Echinodermata
Echinodermata
terdiri atas 5 kelas, yaitu :
1. Asteroidea: Bentuk seperti bintang, organ organ bercabang kelima lengan,
warna hitam, biru kecoklatan, merah jingga. Banyak dijumpai dipantai. Contoh : Astropecten irregularis, Crossaster
supposus, Culcita sp.
2. Ophiuroidea: Lengan panjang menyerupai ular, sering disebut bintang ular
laut, tidak memiliki anus. Warna kehitam hitaman, terdapat disela sela
bebatuan. Contoh : Ophiolepsis sp. (Bintang Ular)
3. Crinoidea: Mirip dengan tumbuhan, memiliki 5 lengan yang bercabang
cabang, melekat pada bebatuan Contoh
: Antedon, Ptilocrinus pinnatus (Lilia Laut)
4.
Echinoidea
Tubuh dipenuhi duri yang terbuat
dari zat kapur, ada yang pendek dan ada yang panjang, bentuk bulat, tidak
memiliki lengan.
Contoh : Deadema saxatile
(Landak Laut)
.
Holothuroidea
Tubuh tidak berduri, kulit halus dan
lunak, bentuk tubuh seperti ketimun, warna coklat, kehitaman dan putih, banyak
dijumpai ditepi pantai.
Contoh : Holothuria atra
(Teripang Hitam)
C. Manfaat Echinodermata
1. Bintang laut untuk hiasan.
2. Teripang untuk bahan kerupuk.
3. Sebagai pembersih pantai
Tubuh Arthropoda beruas-ruas, dan
terbagi atas caput atau kepala, thorax atau dada, dan abdomen atau perut.
Memiliki eksoskeleton (rangka luar) yang tersusun atas zat kitin. Sistem
peredaran darah terbuka, dalam darah tidak mengandung hemoglobin, sehingga darah
hanya berfungsi mengedarkan sari-sari makanan dan oksigen diedarkan melalui
sistem trakea. Arthropoda ada yang bernapas dengan trakea, insang, paru-paru
buku, dan difusi melalui seluruh permukaan tubuh. Alat
ekskresi berupa badan malphigi dan nefridia. Reproduksi secara seksual dengan
peleburan gamet jantan (sperma) dan gamet betina (ovum). Memiliki simetri tubuh
bilateral, yaitu apabila dibelah dari satu sumbu hanya menghasilkan sisi kanan
dan sisi kiri.
Klasifikasi Arthropoda
Klasifikasi Arthrophoda dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:
Crustaceae
1) Ciri-ciri Crustaceae
Crustaceae berasal dari kata crusta yang berarti berkulit keras. Tubuh terbagi atas 2 bagian , yaitu sefalotoraks (kepala, dada) dan abdomen ( perut). Tubuh dilindungi oleh eksoskeleton ( karapaks ) yang tersusun dari zat kitin. Waktu makan udang, bagian inilah yang biasanya dibuang. Udang memiliki 5 pasang kaki di sefalotoraks dan 5 pasang kaki pada abdomen, sepasang kaki pertama yang memiliki bentuk seperti capit, disebut keliped yang digunakan untuk mempertahankan diri dan memegang mangsa. Empat pasang kaki berikutnya adalah kaki yang digunakan untuk berjalan, disebut juga pereipoda, 5 pasang kaki yang terletak pada bagian perut digunakan untuk berenang atau biasa disebut sebagai pleopoda. Habitat di perairan, baik air tawar ataupun air laut. Crustaceae merupakan hewan omnivora, makanannya berupa tumbuhan ataupun hewan-hewan kecil yang ada di perairan. Memiliki sistem peredaran darah terbuka, jadi darah yang beredar dalam tubuhnya tidak melalui pembuluh melainkan langsung beredar ke dalam ronggarongga yang ada dalam tubuhnya. Pada bagian kepala terdapat dua pasang antena. Sepasang antena pendek dilengkapi dengan stigma atau bintik mata yang berfungsi untuk membedakan antara gelap dan terang, serta sepasang antena panjang sebagai indra peraba yang dilengkapi dengan statolit yang berfungsi untuk keseimbangan badan waktu berada di perairan.
Klasifikasi Crustaceae
Entomostraca: Merupakan Crustaceae tingkat rendah ( zooplankton). Dibagi dalam 4 kelas: Branchiopoda, Ostracoda, Copepoda, dan Cirripedia
Malacostraca: Merupakan Crustaceae tingkat tinggi. Dibagi
dalam 3 kelas : Isopoda, Stomatopoda, dan Decapoda Contohnya adalah udang,
kepiting, lobster, dan rajungan.
Myriapoda: Tubuh Myriapoda tersusun atas caput (kepala) dan abdomen (perut) (tak punya dada). Tubuh terdiri dari 10 – 200 ruas dan tiap ruas terdapat 1 pasang kaki sehingga disebut hewan berkaki seribu. Respirasi dengan trakea yang bermuara pada spirakel yang ada di bagian sisi kanan dan kiri sepanjang tubuhnya. Sistem saraf tangga tali dengan sepasang ganglion sebagai otaknya.
Myriapoda: Tubuh Myriapoda tersusun atas caput (kepala) dan abdomen (perut) (tak punya dada). Tubuh terdiri dari 10 – 200 ruas dan tiap ruas terdapat 1 pasang kaki sehingga disebut hewan berkaki seribu. Respirasi dengan trakea yang bermuara pada spirakel yang ada di bagian sisi kanan dan kiri sepanjang tubuhnya. Sistem saraf tangga tali dengan sepasang ganglion sebagai otaknya.
Myriapoda terbagi menjadi 2 ordo,
yaitu:
1. Chilopoda: Setiap ruas tubuh memiliki sepasang kaki. Chilopoda merupakan hewan yang beracun yang dapat mematikan mangsanya dengan racun yang dimiliki tersebut. Contohnya Scolopendra subspinipes (lipan).
2. Diplopoda: Berbeda dengan Chilopoda, kalau pada Diplopoda setiap ruas pada tubuhnya memiliki 2 pasang kaki. Termasuk detritivor, yaitu hewan pemakan sisa-sisa sampah. Contohnya adalah Julus teristris (luwing). Apabila hewan ini dalam keadaan bahaya atau merasa terganggu akan menggulung badannya untuk mempertahankan diri.
3. Arachnoidea: Tubuh Arachnoidea terdiri dari sefalotoraks (kepala dada menyatu) dan abdomen (perut). Pada bagian dorsal tubuhnya memiliki perisai karapaks yang tersusun atas zat kitin. Hewan ini memiliki 4 pasang kaki yang terdapat di dada yang dipergunakan untuk berjalan. Di bagian kepala memiliki 2 pasang alat mulut, yaitu sepasang alat sengat (chelicera) yang dipergunakan untuk melumpuhkan mangsa dan alat capit (pedipalpus) yang dipergunakan untuk memegang mangsanya. Respirasi dengan paru-paru buku, pada bagian ventral tubuhnya terdapat lubang atau pori-pori yang merupakan muara dari paru-paru buku. Sistem peredaran darah yang dimiliki adalah sistem peredaran darah terbuka karena darah mengalir tanpa melewati pembuluh darah. Seperti halnya dengan Arthropoda yang lain, Arachnoidea juga memiliki sistem saraf tangga tali. Alat ekskresi yang dimiliki berupa badan malphigi. Khusus pada ordo Arachnida, pada daerah posterior terdapat dua lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya jaring disebut sebagai spineret.
1. Chilopoda: Setiap ruas tubuh memiliki sepasang kaki. Chilopoda merupakan hewan yang beracun yang dapat mematikan mangsanya dengan racun yang dimiliki tersebut. Contohnya Scolopendra subspinipes (lipan).
2. Diplopoda: Berbeda dengan Chilopoda, kalau pada Diplopoda setiap ruas pada tubuhnya memiliki 2 pasang kaki. Termasuk detritivor, yaitu hewan pemakan sisa-sisa sampah. Contohnya adalah Julus teristris (luwing). Apabila hewan ini dalam keadaan bahaya atau merasa terganggu akan menggulung badannya untuk mempertahankan diri.
3. Arachnoidea: Tubuh Arachnoidea terdiri dari sefalotoraks (kepala dada menyatu) dan abdomen (perut). Pada bagian dorsal tubuhnya memiliki perisai karapaks yang tersusun atas zat kitin. Hewan ini memiliki 4 pasang kaki yang terdapat di dada yang dipergunakan untuk berjalan. Di bagian kepala memiliki 2 pasang alat mulut, yaitu sepasang alat sengat (chelicera) yang dipergunakan untuk melumpuhkan mangsa dan alat capit (pedipalpus) yang dipergunakan untuk memegang mangsanya. Respirasi dengan paru-paru buku, pada bagian ventral tubuhnya terdapat lubang atau pori-pori yang merupakan muara dari paru-paru buku. Sistem peredaran darah yang dimiliki adalah sistem peredaran darah terbuka karena darah mengalir tanpa melewati pembuluh darah. Seperti halnya dengan Arthropoda yang lain, Arachnoidea juga memiliki sistem saraf tangga tali. Alat ekskresi yang dimiliki berupa badan malphigi. Khusus pada ordo Arachnida, pada daerah posterior terdapat dua lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya jaring disebut sebagai spineret.
Klasifikasi Arachnoidea
a) Scorpionida, contoh: kalajengking.
b) Arachnida, contoh: labah-labah.
c) Acarina, contoh: caplak, tungau.
Hexapoda (Insecta)
Insecta merupakan kelompok hewan
yang memiliki jumlah anggota paling banyak dan daerah persebarannya sangatlah
luas, hampir di semua tempat serangga bisa hidup atau disebut juga memiliki
sifat kosmopolit. Tubuh tersusun atas caput (kepala),
toraks (dada), dan abdomen (perut). Perut terdiri 11 segmen, pada segmen ke-9
dan 10 terdapat alat kelamin, yaitu ovopositor yang dipergunakan untuk
meletakkan telur. Respirasi dengan trakea, sistem trakea yang ada pada tubuhnya
bermuara pada pori-pori kecil yang ada di kanan kiri sistem tubuhnya atau
disebut sebagai spirakel. Sistem peredaran darah terbuka dan alat ekskresi berupa
badan malphigi. Contoh hewan ini adalah belalang. Pada kepala belalang yang terdiri atas enam segmen terdapat alat-alat
sebagai berikut:
a) Mata, pada belalang memiliki 2 macam mata, yaitu mata tunggal (oselus) dan mata majemuk (facet).
b) Antena, berguna sebagai alat indra pembau.
c) Mulut, dipergunakan untuk makan.
Darah belalang tidak berwarna merah karena dalam darahnya tidak mengandung hemoglobin, namun darahnya berwarna hijau kebiruan karena dalam darahnya mengandung hemosianin. Oleh karena itu, darah belalang tidak berfungsi untuk mengedarkan oksigen tapi untuk mengedarkan sari-sari makanan. Oksigen dalam tubuhnya diedarkan oleh sistem trakea. Dalam proses pertumbuhan menuju kedewasaannya, serangga mengalami proses perubahan wujud dari telur sampai menjadi hewan dewasa atau disebut sebagai metamorfosis.
a) Mata, pada belalang memiliki 2 macam mata, yaitu mata tunggal (oselus) dan mata majemuk (facet).
b) Antena, berguna sebagai alat indra pembau.
c) Mulut, dipergunakan untuk makan.
Darah belalang tidak berwarna merah karena dalam darahnya tidak mengandung hemoglobin, namun darahnya berwarna hijau kebiruan karena dalam darahnya mengandung hemosianin. Oleh karena itu, darah belalang tidak berfungsi untuk mengedarkan oksigen tapi untuk mengedarkan sari-sari makanan. Oksigen dalam tubuhnya diedarkan oleh sistem trakea. Dalam proses pertumbuhan menuju kedewasaannya, serangga mengalami proses perubahan wujud dari telur sampai menjadi hewan dewasa atau disebut sebagai metamorfosis.
Metamorfosis
ada 2 macam, yaitu:
a) Metamorfosis sempurna: Telur menjadi larva (ulat) menjadi pupa (kepompong) menjadi imago (hewan dewasa). Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain lebah dan kupu-kupu.
a) Metamorfosis sempurna: Telur menjadi larva (ulat) menjadi pupa (kepompong) menjadi imago (hewan dewasa). Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain lebah dan kupu-kupu.
b)
Metamorfosis tak sempurna: Telur menjadi nimfa (hewan muda) menjadi imago
(dewasa). Contoh hewan mengalami metamorfosis tidak sempurna antara lain
belalang dan jangkrik.
Pengertian Arthropoda
a) Klasifikasi Insecta
Apterygota, yaitu serangga yang tidak memiliki sayap, contohnya adalah kutu buku (Lepisma).
a) Klasifikasi Insecta
Apterygota, yaitu serangga yang tidak memiliki sayap, contohnya adalah kutu buku (Lepisma).
Pterygota, yaitu serangga yang
memiliki sayap. Pterygota dibagi menjadi 10 ordo, yaitu:
ü Odonata, contoh capung Orthoptera, contoh belalang sembah
(Stagmomantis), orong-orong (Grylotalpa), jangkrik (Acheta domestica)
ü Isoptera, contohnya adalah laron.
ü Hemiptera, contohnya adalah walang sangit.
ü Homoptera, contohnya adalah kutu daun dan kutu kepala.
ü Coleoptera, contohnya adalah kepik, kumbang kelapa.
ü Lepidoptera, contohnya adalah
kupu-kupu.
ü Diptera,
contohnya adalah nyamuk.
ü Siphonoptera,
contohnya adalah kutu anjing.
ü Hymenoptera,
contohnya adalah lebah madu (Apis cerana).
B)
Tipe mulut serangga
1.
Tipe orthopteran: mandibula keras, menggigit dan mengunyah, contoh
belalang.
2. Tipe hemipteran: punya 4 alat penusuk (stilet), contoh kutu busuk dan wereng.
3. Tipe anopluran: punya 3 stilet, menusuk dan mengisap, contoh kutu pengisap darah.
4. Tipe dipteran: mulut untuk menusuk dan menjilat, contoh nyamuk dan lalat.
5. Tipe hymenopteran: pengisap, contoh lebah.
(6) Tipe lepidopteran: mulut seperti belalai untuk mengisap, contoh kupu-kupu.
c) Peranan serangga2. Tipe hemipteran: punya 4 alat penusuk (stilet), contoh kutu busuk dan wereng.
3. Tipe anopluran: punya 3 stilet, menusuk dan mengisap, contoh kutu pengisap darah.
4. Tipe dipteran: mulut untuk menusuk dan menjilat, contoh nyamuk dan lalat.
5. Tipe hymenopteran: pengisap, contoh lebah.
(6) Tipe lepidopteran: mulut seperti belalai untuk mengisap, contoh kupu-kupu.
(1) Penghasil madu.
(2) Ulat sutra penghasil sutra.
(3) Serangga predator hama (membantu membasmi serangga).
(4) Membantu penyerbukan.
d) Serangga yang merugikan
(1) Wereng padi (hama padi).
(2) Kumbang kelapa merusak tanaman kelapa.
(3) Nyamuk dan lalat menyebarkan penyakit.
(4) Kutu busuk dan kutu kepala menghisap darah






Tidak ada komentar:
Posting Komentar