VERTEBRATA
Ciri-ciri
Chordata
Vertebrata
merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Dalam sistem
klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata.
Chordata meliputi
hewan-hewan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Memiliki
notokord, yaitu kerangka berbentuk batangan keras tetapi lentur. Notokord
terletak di antara saluran pencernaan dan tali saraf, memanjang sepanjang tubuh
membentuk sumbu kerangka.
Memiliki tali
saraf tunggal, berlubang terletak dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung
anterior yang membesar berupa otak.
Memiliki ekor yang memanjang ke arah
posterior terhadap anus.
Memiliki
celah faring.
Filum Chordata
terdiri dari tiga subfilum, yaitu Urochordata, Cephalochordata, dan
vertebrata.Urochordata dan Cephalochordata tergolong invertebrata. Berikut
bagan dari subfilum Chordata.
Ciri tubuh
Ciri tubuh meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ciri tubuh meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ukuran dan bentuk tubuh
Semua hewan yang tergolong vertebrata memiliki rangkaian tulang kecil (vertebra) yang memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor. Rangkaian vertebra yang disebut tulang punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord. Tulang punggung berfungsi sebagai penyokong tubuh serta melindungi tali saraf.
Semua hewan yang tergolong vertebrata memiliki rangkaian tulang kecil (vertebra) yang memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor. Rangkaian vertebra yang disebut tulang punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord. Tulang punggung berfungsi sebagai penyokong tubuh serta melindungi tali saraf.
1. Selain adanya tulang punggung, kesamaan
ciri lain pada vertebrata adalah :
Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan, dan ekor pada sebagian vertebrata.
Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan, dan ekor pada sebagian vertebrata.
2. Kulit tersusun atas dua bagian yaitu
epidermis dan dermis dan menghasilkan rambut, sisik, bulu, kelenjar atau horn
3. Endoskeleton tersusun dari tulang atau
tulang rawan
4. Faring bercelah, yang merupakan tempat
insang pada ikan namun pada hewan darat hanya terdapat pada tingkat embrio
5. Otot melekat pada endoskeleton untuk
bergerak
7. Jantung beruang 2 hingga 4
8. Darah menandung sel darah putih dan sel
darah merah berhemoglobin
9. Rongga tubuh mengandung sistem viseral
10. Ginjal sepasang dengan saluran untuk
mengeluarkan zat sisa
11. Gonad sepasang pada betina dan jantan
Habitat
Vertebrata hidup diberbagai habitat baik darat dan laut.
Vertebrata hidup diberbagai habitat baik darat dan laut.
Klasifikasi
Vertebrata dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan ada dan tidak adanya rahang.Vertebrata dengan mulut tidak berahang dikelompokkan dalam superkelas Agnatha, sedangkan yang memiliki rahang termasuk dalam superkelas Gnathostomata.
Vertebrata dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan ada dan tidak adanya rahang.Vertebrata dengan mulut tidak berahang dikelompokkan dalam superkelas Agnatha, sedangkan yang memiliki rahang termasuk dalam superkelas Gnathostomata.
Superkelas Agnatha
Hewan yang tergolong agnatha berbadan panjang dan ramping seperti belut serta tidak memiliki rahang. Contoh di kelas ini adalah Cephalospidomorphi (lamprey) dan Kelas Mycini (hagfish).
Lamprey hidup diperairan tawar dan laut. Hewan ini mengambil makanan dengan cara mengaitkan mulutnya yang bergigi ke sisi tubuh ikan dan menghisap darahnya. Larvanya memakan partikel di air.Larva lamprey hidup di perairan tawar.
Hagfish hanya hidup di air laut.Hewan ini tidak memiliki tahapan larva.Mulut hagfish tidak bergigi, namun memiliki tentakel peraba.
Makanannya adalah ikan mati yang kemudian di hisap darahnya dan cacing laut.
Hewan yang tergolong agnatha berbadan panjang dan ramping seperti belut serta tidak memiliki rahang. Contoh di kelas ini adalah Cephalospidomorphi (lamprey) dan Kelas Mycini (hagfish).
Lamprey hidup diperairan tawar dan laut. Hewan ini mengambil makanan dengan cara mengaitkan mulutnya yang bergigi ke sisi tubuh ikan dan menghisap darahnya. Larvanya memakan partikel di air.Larva lamprey hidup di perairan tawar.
Hagfish hanya hidup di air laut.Hewan ini tidak memiliki tahapan larva.Mulut hagfish tidak bergigi, namun memiliki tentakel peraba.
Makanannya adalah ikan mati yang kemudian di hisap darahnya dan cacing laut.
Superkelas Gnathostomata
Hewan ini memiliki rahang bersendi yang dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.
Hewan ini memiliki rahang bersendi yang dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.
Kelas Pisces:
-Kelas
Chonrichthyes
Hewan yang tergolong kelas ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang rawan. Pada sebagian besar kelompok ikan ini, beberapa bagian kerangka diperkuat oleh butiran berkalsium. Ciri khas lainnya pada Chonrichthyes adalah:
Hewan yang tergolong kelas ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang rawan. Pada sebagian besar kelompok ikan ini, beberapa bagian kerangka diperkuat oleh butiran berkalsium. Ciri khas lainnya pada Chonrichthyes adalah:
o Mulut yang
berahang kuat terletak di bagian bawah tubuh celah insang berjumlah lima,
meskipun ada yang berjumlah tiga, enam, atau tujuh celah insang
o Kulit ulet dan
kasar bergigi karena adanya sisik gelakoid
o Adanya sepasang
pendekep (klasper) pada hewan jantan yang berfungsi untuk menyalurkan sperma ke
kloaka betina.
o Usus pendek dan
lebar berisi membran ulir untuk menyerap makanan lebih lama
o Hati berukuran
sangat besar untuk membantu pencernaan makanan
o
Fertilisasi
terjadi secara internal
o Bersifat
ovipar, yaitu mengeluarkan telur hasil fertilisasi, atau ovovivipar yaitu
membawa telur hasil fertilisasi di dalam saluran telur selama perkembangannya
hingga menetas.
Ikan bertulang rawan sebagian besar hidup di laut. Hewan yang bertulang rawan di antaranya termasuk hiu, ikan pari, dan chimaera.
Hiu bertubuh langsing. Bagian atas sirip ekornya lebih panjang daripada bagian bawah. Hiu tidak memiliki kantung udara.Ikan pari berbadan pipih atas bawah. Tubuh pipihnya berperan untuk menyembunyikan diri di dasar perairan dan untuk menggali pasir guna mencari makanan berupa hewan lunak dan udang-udangan. Beberapa jenis ikan pari memiliki duri pada ekornya yang seperti pecut dan berfungsi untuk melindungi dari serangan musuh. Jenis lainnya juga ada yang memiliki sengatan listrik.
- Kelas Osteichthyes
Kelompok Osteichthyes ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang keras yang mengandung matriks kalsium fosfat.
Ciri-ciri lainya adalah :
Kelompok Osteichthyes ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang keras yang mengandung matriks kalsium fosfat.
Ciri-ciri lainya adalah :
o
mulut terdapat
di bagian depan tubuh
o
celah insang
satu di masing-masing sisi kepala
o
sirip ekor
memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah
o
kulit licin
karena sekresi mukus oleh kelenjar pada kulit
o
adanya
gelembung renang sehingga tidak tenggelam saat tidak bergerak
o
sistem gurat sisi
terdapat pada sisi tubuh
o
usus panjang
dan ramping menggulungfertilisasi terjadi di luar
o
mengeluarkan
telurnya atau bersifat ovipar
Contoh Kelas
Pisces: Ikan-gurami
Kelompok ikan ini hidup di laut dan
dihampir setiap habitat air tawar. Osteichthyes mencakup subkelas
Actinopterygii (yunani, aktin = berkas, pteryg = sirip) dan subkelas
Sarcopterygii (Yunani, sarkodes = berdaging). Actinopterygii memiliki sirip
yang ditunjang oleh duri panjang yang lentur sehingga disebut kelompok ikan
bersirip duri. Contoh ikan bersirip duri adalah ikan mas (cyprinus carpio),
ikan cupang (Betta splendens), ikan gurami (Osphronemus gouramy), ikan badut
(Premnas biaculeatus), ikan kakap merah (Lutjanus bitaeniatus), dan ikan louhan
(Cichlasoma sp.). Sarcopterygii memiliki sirip dada dan sirip pelvis yang
berotot.Sirip ini digunakan untuk berjalan d dasar perairan atau darat.Ikan
yang termasuk kelompok ini adalah ikan bersirip lobus dan ikan paru-paru
(lungfish).Contoh ikan bersirip lobus adalah coelancanth dengan nama spesies
Latimeria chalumnae.Ikan paru-paru hidup di rawa dan kolam.Ikan paru-paru akan
naik kepermukaan untuk bernapas.
JIka perairan mengering saat musim kemarau, ikan paru-paru bersarang dalam lumpur.
JIka perairan mengering saat musim kemarau, ikan paru-paru bersarang dalam lumpur.
Kelas Amphibia
Kelas Amphibia
umumnya hidup di dua tempat, yaitu darat dan air selama metamorfosisnya.
Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri khusus lainnya, yaitu :
Sebagian besar Amphibia memiliki ciri-ciri khusus lainnya, yaitu :
o
Berkulit licin
tidak bersisik
o
Menggunakan
energi lingkungannya untuk mengatur suhu tubuhnya (eksoterm)
o
Fertilisasi
secara eksternal di air tau tempat lembab
o Menghasilkan
telur (bersifat ovipar) yang tidak bercangkang
Tidak semua
jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan.Beberapa jenis katak, salamander,
dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat. Namun
habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air dan tempat yang lembap seperti
rawa dan hutan hujan tropis.
Amphibia
terdiri dari tiga ordo, yaitu Anura, Urodela, dan Apoda.
Anura: Anura
memiliki ciri tidak berekor saat dewasa. Kaki belakangnya yang lebih panjang
daripada kaki depan digunakan untuk melompat. Lidahnya besar, lengket, dan
dapat dijulurkan untuk menangkap mangsanya. Bagi yang jantan memiliki kantong
udara di kerongkongannya yang dapat mengeluarkan suara untuk menarik betina
saat musim kawin. Contoh hewan ini adalah katak hijau (Rana signata), katak
pohon (Rachoporus sp.) dan kodok atau bangkong (bufo sp.)
Urodela: Urodela
merupakan kelompok amphibia yang memiliki ekor saat larva, muda dan dewasa. Tubuhnya
berbentuk silinder memanjang serta memiliki kaki depat yang sama ukurannya
dengan kaki belakang. Beberapa jenis ini hidup di air dan ada yang di
darat.Hewan yang tegolong kelompok ini adalah salamander.
Apoda: Apoda yang
disebut juga sesilian merupakan amphibia tak berkaki.Bentuk tubuhnya seperti
cacing tanah atau belut.Larva sesilian sangat menyerupai sesilian dewasa.Sesilian
hidup terutama bersarang dalam lubang di tanah.
Kelas reptilia
Reptilia (dalam
bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat
tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki
oleh sebagian besar reptil adalah :
- anggota tubuh berjari lima
- - Bernapas dengan
paru-paru
- - Jantung beruang
tiga tau empat
- Menggunakan
energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya
sehingga tergolong hewan eksoterm
- fertilisasi
secara internal
- menghasilkan
telur sehingga tergolong ovipar dengan telur amniotik bercangkang
Reptil hidup
hidup di air dan darat. Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau
Testudines, Squamata atau Lepidosauria, dan Crocodilia
- Chelonia adalah reptilia yang memiliki
cangkang. Cangkang bagian atas disebut karapaks, sedangkan bagian bawahnya disebut
plastron. Cangkang merupakan bagian dari tulang belakang dan modifikasi tulang
rusuk yang berfungsi sebagai pelindung dari pemangsanya. Chelonia yang hidup di
laut adalah penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu belimbing (Dermochelys
coriacea) yang memiliki kaki berbentuk dayung untuk berenang. Cangkang chelonia
lebih tipis dibandingkan Chelonia darat. Contoh chelonia darat adalah kura-kura
paua (Chelodina novaeguineae). Chelonia termasuk hewan berumur panjang hingga
mencapai 200 tahun.
- Squamata adalah reptilia yang umumnya
memiliki kulit bersisik.Reptil yang termasuk golongan ini adalah kadal dan
ular. Kadal memiliki sisik yang licin dan berbentuk membulat.tubuhnya
kebanyakan berkaki empat, bertubuh kecil, dan memiliki ekor. Contoh hewan kadal
bertubuh kecil misalnya, kadal kebun (Mabuya multifasciata), cecak dinding
(Cosymbotus paltyurus) dan bunglon kebun (Bronchocela jubata), hingga kadal
yang bertubuh besar seperti biawak komodo (Varanus komodoensis).
Ular tidak memiliki kaki dan bertubuh panjang serta memiliki sisik. Tulang rahang ular bersambungan secara longgar sehingga memungkinkan menelan mangsa yang lebih daripada tubuhnya. Gigi di mulut ular memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan untuk memegang mangsanya agar tidak mudah lepas. Ular berbisa memiliki sepasang gigi berlubang dan tajam untuk menyuntikkan bisa ke mangsanya. Lidahnya dapat dijulurkan untuk mengipas bau ke arah organ penciumannya.Ular memiliki kepekaan terhadap getaran yang berperan untuk mencari mangsanya. Ular tertentu memiliki kepekaan terhadap suhu mangsanya. Sebagian jenis ulat bersifat ovovivipar, yaitu telur menetas di dalam tubuh induk.Contohnya adalah ular sendok (Naja sumatrana), ular kobra (Ophiophagus hannah), dan ular sanca (Phyton sp.).
Ular tidak memiliki kaki dan bertubuh panjang serta memiliki sisik. Tulang rahang ular bersambungan secara longgar sehingga memungkinkan menelan mangsa yang lebih daripada tubuhnya. Gigi di mulut ular memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan untuk memegang mangsanya agar tidak mudah lepas. Ular berbisa memiliki sepasang gigi berlubang dan tajam untuk menyuntikkan bisa ke mangsanya. Lidahnya dapat dijulurkan untuk mengipas bau ke arah organ penciumannya.Ular memiliki kepekaan terhadap getaran yang berperan untuk mencari mangsanya. Ular tertentu memiliki kepekaan terhadap suhu mangsanya. Sebagian jenis ulat bersifat ovovivipar, yaitu telur menetas di dalam tubuh induk.Contohnya adalah ular sendok (Naja sumatrana), ular kobra (Ophiophagus hannah), dan ular sanca (Phyton sp.).
- Crocodilia memiliki sisik tebal dari
keratin dan diperkuat dengan lempengan tulang ysng disebut skuta sebgai
pelindung. Sisik rontok satu persatu tidak seperti ular. Buaya memiliki ekor
tebal berotot.Kaki depannya berjari lima, sedangkan kaki belakang berjari
emapat sebagian berselaput untuk berenang. Lubang hidung terletak di ujung
moncongnya yang memungkinkan untuk bernapas saat di dalam air. Jantungnya
beruang empat namun memiliki pori di antara bilik kiri dan kanan.Contoh spesies
buaya adalah buaya muara ( Crocodylus porosus ).
1. 2. Kelas Aves
Aves atau burung memiliki bulu yang terbuat dari
keratin.Bulu yang membentuk sayap berperan untuk terbang.selain bulu, ciri-ciri
lainnya pada burung adalah :
- Berparuh dari bahan keratin
- Tidak
bergigi
- Struktur tulang menyerupai sarang lebah sehingga kerangnya kuat namun
ringan
- Memiliki empedal untuk menghacurkan makanan
- Lambung berotot besar
- Bernapas dengan paru-paru
- Jantung beruang empa
- memiliki kantung udara , indera
penglihatan sangat tajam
- fertilisasi terjadi secara internal
- bertelur sehingga tergolong hewan
ovipar dengan ciri telur bercangkang dan kuning telur besar
- mengerami telurnya dan merawat anaknya
Aves hidup di
darat. Kelompok ini dibedakan menjadi dua berdasarkan kemampuan terbangnya,
yaitu karinata dan ratita.
Burung yang
tergolong karinata memiliki taju dada (carina). Taju dada berfungsi menyokong
otot dadanya yang besar.Otot dada memberikan kekuatan terbang. Pada pinguin
contohnya pinguin gentoo (Pygoscelis papua), yang merupakan karinata yang tidak
terbang, otot dadanya digunakan untuk berenang di laut mencari makanan. Hampir
60% spesies burung karinata tercakup dalam ordo passeriformes atau burung
bertengger. Burung bertengger memiliki jari kaki yang dapat mencengkeram dahan
pohon. Contoh burung ini adalah burng layang-layang besar (Hirundapus
giganteus), burung merpati (Columbia livia), burung pipit (Anthus sp.), burung
dara, dan berbagai burung pengicau.Burung layang-layang adalah burung yang
paling cepat terbangnya yakni terbangnya mencapai 170 km/jam.
Ayam (gallus gallus domesticus) juga tergolong karinata.
Ayam (gallus gallus domesticus) juga tergolong karinata.
Burung yang
tergolong ratita tidak memiliki taju dada pada tulang dadanya. Otot dadanya juga
tidak sebesar burung karinata.Burung unta (Struthio camelus), kiwi (Apteryx
australis), dan emu (Dromaius novaehollandiae) adalah contoh burung ratita.
Kelas
mammalia
Kelompok
mammalia semuanya menghasilkan susu sebagai makanan anaknya. Susu dihasilkan oleh
kelenjar (mammae) yang terdapat di daerah perut atau dada. Mammalia
disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya. Selain memiliki kelenjar
susu, Mammalia juga berambut serta memiliki tiga tulang telinga tengah. Ketiga
ciri ini tidak dimiliki oleh vertebrata lainnya. Pada paus dan lumba-lumba,
rambut ada pada tahap tertentu perkembangan embrionya. Rambut mammalia tersusun
dari protein yang disebut keratin. Rambut mammalia berfungsi tertentu, yaitu
sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai
indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar
matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan
sebagai penciri kelamin.
Tiga tulang telinga tengah yang dimiliki mammalia terdiri atas tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi.Ketiga tulang tengah berperan dalam pendengaran, yaitu meneruskan getaran suara dari membran timpani (gendang telinga) ke telinga dalam.
Tiga tulang telinga tengah yang dimiliki mammalia terdiri atas tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi.Ketiga tulang tengah berperan dalam pendengaran, yaitu meneruskan getaran suara dari membran timpani (gendang telinga) ke telinga dalam.
Ciri-ciri lain yang dimiliki sebagian besar mammalia adalah :
· Geligi dengan
berbagai ukuran dan bentuk
· Rahang bawah
tersusun dari satu tulang
· Bernapas dengan
paru-paru
· Jantung beruang
empat
· Diafragma di
antara rongga perut dan rongga dada untuk membantu pernapasan
· Otak yang lebih
berkembang dibandingkan vertebrata lain
· Menggunakan
energi metabolismenya untuk menjaga suhu tubuh tetap konstan sehingga digolongkan
sebagai hewan endoterm dan homeoterm
· Fertilisasi
terjadi secara internal atau di dalam tubuh betina
· Melahirkan
anaknya sehingga termasuk hewan vivipar
Mammalia hidup
diberbagai habitat di darat dan di perairan. Ada jga mammalia yang hidup di daerah
yang cukup ekstrem misalnya di kutub dan digurun. Beberapa jenis ada yang
menyelam untuk mencari makanan di perairan. Kelompok mammalia tertentu ada yang
merupakan hewan arboreal yang hidup di pohon-pohon dalam hutan. Meskipun
ciri-ciri yang dimilii hampir sama, namun ada juga mammalia terkecil antara
lain untuk spesies dari kelompok kelelawar kecil, yaitu Craseonycteris
thonglongyai yang beratnya hanya tiga gram. Untuk mammalia yang terbesar adalah
paus biru (Balaenoptera musculus) yang panjangnya dapat mencapai 27 meter dan
berat 190 ton. Struktur tubuh mammalia sesuai dengan cara hidupnya, yaitu ada
yang terbang, berenang, meluncur, berlari, melompat, atau menggali.
Mammalia dibagi
menjadi tiga kelompok utama, yaitu Mammalia bertelur (prototheria), mammalia
berkantung (metatheria), dan mammalia berplasenta (eutheria).
Kelompok Prototheria : Bertelur sehingga tergolong ovipar. Embrio berkembang di dalam telur dengan
menggunakan kuning telur sebagai sumber makanannya. Setelah menetas hewan ini
akan menghisap susu dari rambut induknya, karena induk ini tidak memiliki
puting susu. Hewan ini digolongkan sebagai ordo Monotremata, contohnya adalah
platipus (Ornithorhynchus anatinus) dan echidna.
Kelompok Metatheria: Melahirkan anaknya saat embrio masih pada
tahap awal sehingga masa kehamilannya singkat. Contohnya kanguru merah, anaknya
yang masih berukuran sebesar lebah madu dilahirkan 33 hari setelah fertilisasi.
Anak dalam tahap embrio tersebut dapat merangkak masuk ke dalam kantung
induknya yang disebut marsupium. Di dalam masupium embrio menyusu pada puting
susu dan mengalami perkembangan selanjutunya. Hewan ini digolongkan sebagai
ordo Marsupialia atau hewan berkantung, contohnya adalah kanguru (Macropus
sp.), koala (Phascolarctos cinereus), dan opposum (Pucadelphys andinus).
Kelompok Eutheria: Melahirkan
anaknya yang telah menyelesaikan perkembangan embrioniknya di dalam rahim
(uterus). Embrio memperoleh nutrisi dari induknya melalui plasenta sehingga
kelompok hewan ini disebut mammalia berplasenta. Sebagian besar ordo dalam
mammalia tergolong Mammalia berplasenta.
Berikut
Ordo-ordo utama Mammalia Eutheria :
Ordo Insectivora adalah kelompok
mammalia pemakan serangga. Tikus mondok dan landak adalah contoh hewan pemakan
serangga.
Ordo Chiroptera adalah kelompok
Mammalia yang memiliki selaput kulit membentang dari kaki depan, badan, dan
kaki belakang. Struktur sayap untuk terbang ini merupakan modifikasi dari kaki
depan yang ditunjang oleh empat jari. Sebagian besar hewan ini adalah hewan
nokturnal, yaitu mencari makanan pada malam hari. Selain sebagai pemakan
serangga, beberapa jenis memakan buah-buahan dan vertebrata kecil seperti
katak, tikus, dan burung.Jenis lain yaitu kelelawar vampir menghisap darah
mammalia lain
Ordo Lagomorpha mencakup mammalia
yang memiliki gigi seri seperti pahat, misalnya kelinci.Kaki belakang hewan ini
lebih panjang daripada kaki depan. Struktur kaki ini berfungsi untuk melompat.
Ordo Perissodactyla mencakup mammalia berkuku pada jari yang berjumlah ganjil pada kakinya. Jika
jari kakinya lebih dari satu jari tengahnya lebih besar daripada jari lain. Hewan
ini merupakan pemakan tumbuhan atau herbivora. Contoh hewan ini adalah kuda
(Equus caballus) yang berkuku satu, tapir (Tapirus indicus) dan badak sumatra
(Dicerorhinus sumatrensis) yang berkuku tiga.
Ordo Artiodactyla mencakup
mammalia berkuku pada jari yang berjumlah genap masing-masing kakinya. Hewan ini
juga herbivora. Contohnya adalah kambing, domba (Ovis aries), babi (Sus sp.),
rusa sambar (Cervus unicolor), dan jerapah (Giraffa camelopardalis).
Ordo Sirenia adalah mammalia
herbivora akuatik yang memiliki tungkai depan mirip sirip. Kelompok mammalia ini
tidak memiliki kaki belakang. Ekor besar dan pipih horizontal yang juga berperan
seperti dayung untuk berenang.Sirenia merupakan mammalia bertubuh besar tidak
berambut. Rambut kasar hanya terdapat di bibirnya. Contoh sirenia adalah duyung
atau dugong (Dugong dugong).
Ordo Proboscidea memiliki tubuh
besar berotot serta belalai berotot. Hewan yang termasuk kelompok ini adalah gajah
sumatera (Elephas maximus). Belalai gajah berfungsi seperti anggota badan kelima
untuk mengambil makanan dan minum. Kulitnya longgar dan tebal. Gajah jantan
memiliki gigi seri atas memanjang sebagai gading.
Ordo Cetacea hidup di laut
dengan tubuh berbentuk ikan, kaki depan mirip dayung dan tidak ada kaki
belakang. Tubuhnya tidak berambut dan memiliki lapisan tebal lemak sebagai
insulasi. Lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus), paus biru (Balaenoptera
musculus), dan paus pembunuh (Orcinus orca) adalah mammalia yang termasuk
Cetacea.
Ordo Cornivora adalah kelompok
mammalia yang memiliki dan kuku yang tajam dan runcing untuk menangkap dan
memakan mangsanya. Kelompok ini disebut juga pemakan daging. Mammalia yang
termasuk carnivora adalah anjing (Canislupus familiaris), Kucing (Felis
silvestris), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), singa (Panthera leo)
dan anjing laut (Caniformia pinniped).
Ordo Rodentia memiliki gigi
seri seperti pahat.Gigi serinya berjumlah sepasang di atas dan sepasang di bawah.Ggi
seri tidak berakar sehingga tumbuh terus-menerus.Contoh rodentia adalah tupai,
berang-berang, tikus,landak, dan mencit.
Ordo Primata memiliki ibu
jari yang dapat disentuhkan ke jari lain, mata menghadap ke depan, korteks
serebal berkembang baik. Kelompok primata adalah beruk (Macaca sp.), orang utan
(pongo pygmaeus), dan lutung jawa (Trachypithecus auratus).Manuasi (homo
sapiens) digolongkan dalam primata.
Peran Vertebrata bagi manusia
Vertebrata
dimanfaat manusia dalam berbagai hal, misalnya sebagai berikut :
Sumber bahan
makanan, misalnya daging, telur ayam, dan susu sapi,
Sebagai bahan
baku industri tekstil, misalnya pemanfaatan rambut domba untuk dijadikan wol
Sebagai objek
penelitian, misalnya hewan mammalia
Sebagai hewan
peliharaan, misalnya anjing, kucing, kelinci atau burung.
Namun, beberapa jenis
vertebrata ada yang merugikan manusia misalnya tikus. Tikus dapat menjadi hama
tanaman pertanian.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar